Postingan

PENGEPUNGAN ISTANBUL OLEH KAUM MUSLIMIN DARI MASA KE MASA

Gambar
PENGEPUNGAN ISTANBUL OLEH KAUM  MUSLIMIN DARI MASA KE MASA   Pengepungan pertama terjadi di tahun 656 Masehi (35/36 Hijiriah) pada masa Khulafaur Rasyidin Khalifah Utsman bin Affan RA . Pengepungan dipimpin oleh Gubernur Syam waktu itu, Muawiyah bin Abu Sufyan RA . Pengepungan kedua terjadi di tahun 668 Masehi (48 Hijriah) pada masa khalifah pertama bani Umayyah,   Muawiyah bin Abu Sufyan RA . Pengepungan dipimpin oleh Sufyan bin Auf RA . yang didalam pasukannya juga terdapat putra sang khalifah, Yazid bin Muawiyah . Sahabat Nabi yang merupakan pembawa panji Rasulullah SAW dan juga dikenal sebagai Sang Penjamu Nabi yaitu Khalid bin Zaid Abu Ayyub Al Anshari RA ikut serta dalam pengepungan, wafat dan dimakamkan disana. Setelah penaklukan Istanbul, Sultan Muhammad Al Fatih menemukan makam beliau dan membangun bangunan makam sekaligus membangun kompleks masjid di sekitarnya. Masjid tersebut diberi nama Masjid Eyup Sultan dan sekaligus menjadi nama distrik di daerah...

Tradisi Berbagi Masyarakat Turki Utsmani di Bulan Suci

Gambar
  Tradisi Berbagi Masyarakat Turki Utsmani di Bulan Suci   D i ş Kiras ı      Pada bulan suci Ramadhan, masyarakat muslim Turki Utsmani yang kaya, ekonominya menengah ke atas, dan para pejabat negara biasanya menyiapkan ifthar/ buka bersama di rumahnya untuk masyarakat di sekitarnya. Siapapun yang datang, dipersilahkan untuk berbuka di rumahya. Setelah para tamu yang datang menyantap hidangan buka puasa, sebelum beranjak menuju masjid untuk menunaikan shalat tarawih, pemilik rumah memberikan hadiah sebuah kantong beludru yang berisikan uang logam emas atau perak kepada seluruh para tamu yang datang. Uang yang diberikan tersebut dinamakan “Diş Kirası ” (baca; Disy Kirasè).    Diş Kirası mempunyai makna ‘sewa gigi’. Mengapa dinamakan sewa gigi karena uang tersebut diberikan kepada para tamu sebagai bentuk jasa terima kasih telah menjadi wasilah agar pemilik rumah mendapatkan pahala atas ifthar yang diberikan, seakan-akan pemilik rumah menye...

Davul, Meriam dan Mahya; Jejak Peradaban Turki Utsmani di bulan Ramadhan

Gambar
  Davul, Meriam dan Mahya;   Jejak Peradaban Turki Utsmani di bulan Ramadhan      Pengumuman awal bulan suci Ramadhan      Dalam sebuah hadits syarif Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.” Berdasarkan hadits tersebut umat muslim di seluruh penjuru dunia menyibukkan diri untuk menyambut kedatangan dengan budaya, dengan adat dan caranya masing-masing. Begitu pula di zaman kesultanan Turki Utsmani, mereka juga memiliki banyak tradisi dalam menyambut dan menjalani bulan suci Ramadhan yang mana beberapa tradisi tersebut masih bisa kita jumpai di zaman sekarang.                                         Masjid Şehzadebaşı    Pengumuman awal bulan suci Ramadhan disambut oleh rakyat Turki Ustmani dengan perayaan yang meriah. Awal masuknya bula...

OSMAN GHAZI : PARA PEMBERANI KAYI MENUJU SÖĞÜT

Gambar
  PARA PEMBERANI KAYI MENUJU SÖ Ğ ÜT    Nenek moyang Turki Utsmani yaitu Gündüz Alp memiliki empat putra diantaranya Sungur Tekin , Gündoğdu , Ertuğrul dan Dündar . Setelah meninggalnya Gündüz Alp, mereka tinggal untuk beberapa waktu di dataran Pasin. Ketika Sungur Tekin dan Gündoğdu memilih untuk kembali ke tanah air nenek moyangnya di Asia Tengah, Ertuğrul dan Dündar bergerak menuju Anadolu bagian tengah.     Ada 400 pasukan pilihan yang menyertai Ertuğrul. Ketika dipertengahan jalan mereka melewati begitu banyak bukit-bukit dan setelah itu terlihat sebuah dataran yang mana mereka kaget melihat suasana yang menegangkan disana. Ternyata yang mereka lihat adalah peperangan antara pasukan Mongol dengan pasukan Seljuk. Saat itu pasukan Seljuk sangat kesusahan dalam menghadapi pasukan Mongol dan mengalami kekalahan. Lukisan Ilustrasi Ertuğrul Ghazi    Ertuğrul meneriaki pasukannya dan berkata : ‘Wahai para pejuang, kita telah berhadapan de...

Hormat di Tanah Haram

Gambar
  HORMAT DI TANAH HARAM       Tanah Haram atau dalam logat bahasa Turki Utsmani “Haremeyni Şerifeyn” (Al Haramain As Syarifain) adalah sebutan untuk wilayah kota Makkah Al Mukarramah dan Madinah Al Munawwarah yang mana didalamnya banyak aturan aturan yang tidak boleh untuk dilanggar. Di sisi lain, dari segi bahasa Haram / حرم   berarti tempat yang suci, muqaddas, tempat yang harus dihormati. Nah dari sini saya jadi teringat kisah unik seorang penyair terkenal Turki Utsmani pada abad ke 17 yang bernama ‘Nâbî’ atau nama lengkapnya ‘ Yusuf Nâbî ’. Nâbî disini bukan berarti Nabi / Rasul dalam bahasa arab, melainkan ejaan ‘ Na’ dibaca panjang yang memiliki arti; pemberi kabar, yang keluar, yang mulia.      Kisah tersebut bermula ketika Nâbî dan rombongan para pejabat kerajaan pergi menunaikan ibadah Haji. Ketika telah mendekati kota Madinah, mereka beristirahat di sebuah Kervansaray atau kalau istilah zaman sekara...