Postingan

Kisah Sultan Sulaiman Al Qanuni : "Itu bukan urusanku!"

Gambar
  Kisah Sultan Sulaiman Al Qanuni : "Itu b ukan urusan ku!"      Ketakutan yang paling besar bagi seorang penguasa yang telah berada di masa kejayaan tentunya adalah ketakutan akan kehilangan kekuasaan dan kehancuran negaranya. Begitu pula yang dialami oleh Sultan Sulaiman Al Qanuni (1520-1566) sultan turki utsmani yang kesepuluh, beliau mengkhawatirkan negara islam yang sedang dalam masa kejayaannya ini akan mengalami kemunduran. Oleh karena itu, para sultan turki utsmani berusaha untuk membuat aturan-aturan dan menerapkan kedisiplinan dalam pemerintahan mereka secara sistematis.     Disamping itu, mereka juga sering berdiskusi masalah negara dengan syaikhul islam, mufti, qadhi dan para ulama. Mereka juga sering berada dalam majlis ceramah para ulama-ulama tasawwuf, mendengarkan nasihat-nasihat dari mereka. Salah satu ulama tasawwuf pada masa Sultan Sulaiman Al Qanuni adalah Beşiktaşlı Yahya Efendi .     Yahya Efendi juga...

Tradisi Berbagi Bubur Asyura di Turki

Gambar
  Tradisi Berbagi Bubur Asyura di Turki     Memasuki bulan Muharram, atau di Jawa dikenal dengan nama Suro, berbagai kegiatan digelar. Mulai dari peringatan malam 1 Suro, hingga Hari Asyura yang jatuh pada hari ke-10 bulan Muharram.     Di Turki sendiri, Hari Asyura (dalam bahasa Turki: A ş ure G ü n ü ) selalu diperingati cukup meriah oleh masyarakat Turki. Menurut riwayat, saat Nabi Nuh AS turun dari kapalnya menuju daratan setelah berlayar dan selamat dari banjir bandang besar yang menerjang, beliau meminta seluruh orang yang berada di dalam kapal untuk mengumpulkan sisa makanan perbekalan di kapal, kemudian diolahnya semua sisa perbekalan tersebut menjadi bubur. Lalu dimakan bersama-sama sebagai perwujudan rasa gembira dan bentuk rasa syukur kepada Allah karena telah selamat dari peristiwa banjir bandang yang mereka alami saat itu.    Dari p eristiwa inilah yang lahir tradisi di Turki untuk membuat bubur Asyura yang dilakukan setiap tahu...

Kisah Semut dan Sultan Sulaiman Al Qanuni

Gambar
  Kisah Semut dan Sultan Sulaiman Al Qanuni          Pada suatu hari di zaman Sultan Sulaiman Al Qanuni, pohon buah-buahan di kebun istana diserang oleh wabah semut. Beliau tidak gegabah untuk segera membasmi serangga-seranga tersebut. Oleh karena itu Sultan Sulaiman Al Qanuni mengirim surat kepada Syaikhul Islam Abus-Su’ud Efendi , meminta fatwa dari beliau apakah diperbolehkan membasmi semua semut-semut yang menyerang kebun istana. Berikut isi surat yang berbentuk syair tersebut : Dırahtı ger ziyan etse karınca Zarar var mıdır karıncayı kırınca? (Apabila semut menyerang pepohonan, apakah ada salahnya jika semut itu dibasmi?) Syaikhul Islam pun membalas suratnya: Yarın Hakk’ın divanına varınca Süleyman’dan alır hakkın karınca (Besok nanti kiamat, ketika menghadap Allah SWT, Sulaiman akan diminta pertanggungjawaban oleh semut)     Mengikuti fatwa yang diberikan oleh Syaikhul Islam, sang Sultan lantas membiarkan semut ters...

Sejarah Wahabi Dari Sudut Pandang Turki Utsmani

Gambar
  Sejarah Wahabi Dari Sudut Pandang Turki Utsmani       Sepanjang sejarahnya, Kesultanan Turki Utsmani memberikan perhatian khusus kepada Haramain (Makkah Al Mukarramah & Madinah Al Munawwarah) dan juga negara-negara Islam lainnya. Utsmani tidak memungut pajak dan tentara dari daerah Haramain bahkan Sultan Turki Utsmani mengirimkan bantuan khusus ke daerah tersebut setiap tahunnya.     Orang-orang di wilayah Hijaz (sebuah wilayah di sebelah barat laut Arab Saudi) menerima pemerintahan Utsmani secara sukarela dan tidak pernah diperlakukan sebagai negara jajahan. Para sultan Turki Utsmani tidak menganggap dirinya sebagai penguasa di wilayah ini melainkan sebagai Khadim / pelayan bagi dua kota suci tersebut atau biasa disebut dengan ‘Khadimul Haramain’ / Pelayan dua kota suci Makkah dan Madinah.     Para pejabat pemerintah Utsmani dan orang-orang kayanya banyak mendirikan wakaf untuk kepentingan rakyat di wil...