Postingan

OSMAN GHAZI : PARA PEMBERANI KAYI MENUJU SÖĞÜT

Gambar
  PARA PEMBERANI KAYI MENUJU SÖ Ğ ÜT    Nenek moyang Turki Utsmani yaitu Gündüz Alp memiliki empat putra diantaranya Sungur Tekin , Gündoğdu , Ertuğrul dan Dündar . Setelah meninggalnya Gündüz Alp, mereka tinggal untuk beberapa waktu di dataran Pasin. Ketika Sungur Tekin dan Gündoğdu memilih untuk kembali ke tanah air nenek moyangnya di Asia Tengah, Ertuğrul dan Dündar bergerak menuju Anadolu bagian tengah.     Ada 400 pasukan pilihan yang menyertai Ertuğrul. Ketika dipertengahan jalan mereka melewati begitu banyak bukit-bukit dan setelah itu terlihat sebuah dataran yang mana mereka kaget melihat suasana yang menegangkan disana. Ternyata yang mereka lihat adalah peperangan antara pasukan Mongol dengan pasukan Seljuk. Saat itu pasukan Seljuk sangat kesusahan dalam menghadapi pasukan Mongol dan mengalami kekalahan. Lukisan Ilustrasi Ertuğrul Ghazi    Ertuğrul meneriaki pasukannya dan berkata : ‘Wahai para pejuang, kita telah berhadapan de...

Hormat di Tanah Haram

Gambar
  HORMAT DI TANAH HARAM       Tanah Haram atau dalam logat bahasa Turki Utsmani “Haremeyni Şerifeyn” (Al Haramain As Syarifain) adalah sebutan untuk wilayah kota Makkah Al Mukarramah dan Madinah Al Munawwarah yang mana didalamnya banyak aturan aturan yang tidak boleh untuk dilanggar. Di sisi lain, dari segi bahasa Haram / حرم   berarti tempat yang suci, muqaddas, tempat yang harus dihormati. Nah dari sini saya jadi teringat kisah unik seorang penyair terkenal Turki Utsmani pada abad ke 17 yang bernama ‘Nâbî’ atau nama lengkapnya ‘ Yusuf Nâbî ’. Nâbî disini bukan berarti Nabi / Rasul dalam bahasa arab, melainkan ejaan ‘ Na’ dibaca panjang yang memiliki arti; pemberi kabar, yang keluar, yang mulia.      Kisah tersebut bermula ketika Nâbî dan rombongan para pejabat kerajaan pergi menunaikan ibadah Haji. Ketika telah mendekati kota Madinah, mereka beristirahat di sebuah Kervansaray atau kalau istilah zaman sekara...